4 Pilihan Tempat Menginap Selain Hotel Saat Berlibur ke Jepang.

Akomodasi menjadi poin penting yang harus disiapkan sebelum berlibur ke manapun, termasuk Jepang. Apalagi, bujet akomodasi umumnya menyita anggaran liburan Anda.

Memesan dari jauh-jauh hari layak dipertimbangkan karena Anda punya pilihan lebih banyak. Harganya bisa jadi lebih murah daripada memesannya dadakan.

Soal penginapan, tak melulu harus hotel. Jepang memiliki beragam tempat menginap yang bahkan suasana lokalnya lebih terasa. Azami merangkum lima tempat menginap yang layak ditinggali selama berada di sana dari berbagai sumber.

1. Shukubo

Sebutan bagi tempat menginap yang berada di kawasan kuil Buddha. Fasilitas akomodasi di Jepang ini sebenarnya diperuntukkan bagi biarawan dan para peziarah kuil. Belakangan, tempat ini juga dibuka untuk umum.

Beberapa kuil Buddha juga menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk mencoba makanan vegetarian mereka dan mengalami meditasi Zen yang menenangkan. Salah satu kawasan yang menawarkan pengalaman menginap di kuil Buddha berlokasi di Gunung Koya, Koyasan.

Ada sekitar 52 penginapan di wilayah yang bisa dijangkau menggunakan kereta api dari Stasiun Osaka Namba. Rata-rata penginapan di sana menyediakan taman dan ruang upacara minum teh. Anda bisa mengetahui ketersediaan kamar secara online melalui laman masing-masing kuil.

2. Gassho Zukuri

Gassho Zukuri adalah sebutan bagi penginapan bergaya arsitektur tradisional Jepang yang berada di area Shirakawa-go. Atap penginapan itu berbentuk segitiga, sedangkan posisi rumah menghadap utara-selatan untuk meminimalkan angin yang masuk. Wilayah itu memang menjadi situs warisan dunia oleh UNESCO.

Pengunjung yang datang ke tempat itu bisa mengalami interaksi dengan penduduk setempat sambil menikmati hidangan lokal. Pada saat yang sama, Anda bisa mendapatkan pengalaman hidup seperti orang Jepang masa lalu. Harga menginap per malam di sana, termasuk sarapan dan makan malam, mencapai 8.800 yen atau Rp 1,2 juta.

3. Ryokan

Fasilitas akomodasi ini menyediakan pengalaman unik bagi para tamu. Pasalnya, para tamu akan menginap di ruangan beralas tatami dalam bangunan bergaya Jepang. Beberapa ryokan yang berada di dekat pemandian air panas bahkan dilengkapi dengan kamar mandi terbuka untuk digunakan secara privat.

Sarapan dan makan malam biasanya sudah masuk dalam paket menginap. Selain itu, para tamu juga bisa merasa seperti orang Jepang dengan memakai yukata selama berada di dalam penginapan dan tidur di futon alias quilt tebal.

Selain ryokan standar, ada pula ryokan kelas atas. Biasanya penginapan ini memiliki sejarah panjang dan direkomendasikan bagi Anda yang ingin menikmati kemewahan. Ryokan seperti ini menawarkan omotenashi, cara pelayanan bergaya Jepang.

Beberapa ryokan terbaik berlokasi di Kyoto. Harga kamar per malam bisa mencapai Rp 11 juta.

4. Hotel Kapsul

Kemahalan tinggal di ryokan, Anda bisa memilih hotel kapsul yang kini mulai tersedia di beberapa kota di Indonesia. Bentuknya minimalis, berbentuk ruang kecil yang hanya muat untuk seorang saja.

Dulunya, hotel kapsul banyak digunakan tamu laki-laki. Belakangan jumlah tamu perempuan ke hotel kapsul meningkat drastis. Harga per kamar beragam, mulai dari Rp 500 ribuan.

Syarat’ Ajaib dari Hotel Bertarif Rp12 Ribu di Jepang

Ketika Tetsuya Inoue yang berusia 27 tahun mulai menjalankan Asahi Ryokan – sebuah hotel di kota Fukuoka Jepang yang dimiliki oleh neneknya, ia bertanya-tanya bagaimana ia dapat mengembangkan bisnisnya dengan cara yang baru.

Inoue punya ide: bagaimana jika ia bisa menggunakan internet untuk mendatangkan tamu baru sekaligus pemasukan baru?

Sekarang, para tamu yang datang ke Asahi Ryokan memiliki pilihan membayar hanya 100 yen (sekitar Rp12 ribuan) per hari untuk bermalam, namun kehidupan mereka akan direkam dalam video yang disiarkan secara langsung di internet.

Tentu saja ada batasan mengenai apa yang dipertontonkan.

Inoue mengatakan kalau yang disiarkan hanyalah gambar, sehingga percakapan tamu tidak akan terderngar.

Saluran YouTube milik Asahi Ryokan bernama One Dollar Hotel.

Selama pengalaman mereka direkam dan disiarkan, tamu tetap diizinkan mematikan lampu. Area kamar mandi juga di luar jangkauan kamera.

“Ini adalah ryokan yang sangat tua dan saya sedang mencari model bisnis baru,” kata Inoue, yang mulai menjalankan hotel tahun lalu, seperti yang dikutip dari CNN Travel pada Kamis (21/11).

“Hotel kami merupakan penginapan murah, jadi kami perlu nilai tambah, sesuatu yang istimewa yang akan dibicarakan semua orang.”

Sejauh ini, empat tamu telah menerima tawaran itu sejak Inoue mulai menawarkan aturan baru hotel pada bulan lalu.

“Kaum muda saat ini tidak terlalu peduli dengan privasi,” tambah Inoue.

“Beberapa dari mereka mengatakan tidak apa-apa untuk [diawasi] hanya untuk satu hari.”

Banyak yang merasa kalau menjual kamar murah merupakan kerugian, namun dengan siaran langsung di Youtube membuat Inoue merasa mendapat keuntungan.

Saluran YouTube miliknya telah diikuti oleh 1.000 orang.

Setelah terakumulasi lebih dari 4.000 jam tayangan, ia akan dapat menempatkan uang iklan.

Ketika kamar sedang tidak disewa tamu, Inoue akan mengunggah siaran langsung saat dirinya bekerja.

Tanda dalam bahasa Jepang dan Inggris dipasang di depan kamera untuk memberi tahu penonton ketika ia keluar dari ruangan.

Selain hotel dengan kamar siaran langsung, Fukuoka merupakan destinasi wisata ciamik yang patut dikunjungi saat berwisata di Jepang.

CNN Travel menyatakan bahwa kota yang terletak di pesisir utara pulau Kyushu di Jepang dan seberang Selat Korea dari kota Busan di Korea Selatan ini merupakan destinasi wisata pilihan untuk tahun ini.

Kota tepi pantai yang cantik ini terkenal dengan makanannya yang luar biasa lezat.

Selain hidangan laut yang segar, Fukuoka juga merupakan tempat kelahiran jaringan warung ramen yang terkenal enak, Ichiran.

Di Fukuoka juga terdapat Museum Seni Fukuoka yang dibuka kembali pada awal 2019 setelah tiga tahun renovasi.

15 Potret Hotel Cute Di Jepang.

Love Hotel sebenarnya sebutan untuk hotel-hotel di Jepang yang kerap digunakan untuk bercinta pasangan dimabuk asmara. Kalau di Indonesia, hotel semacam ini diklasifikasikan sebagai hotel “melati” yang kerap dirazia. Namun di Jepang, bisnis sedemikian rupa justru legal dan dilindungi.

Jangan dibayangkan kualitas hotel yang buruk atau remang-remang yang menimbulkan kesan negatif, Love Hotel di Jepang justru punya segudang kelebihan. Mulai dari pelayanan, interior, kemudahan, hingga harga. 

Kamu bisa menyewa tempat ini untuk short term (hitungan jam) atau menjadikannya sebagai tempat menginap saat berlibur. Ketika masuk, kamu bisa memilih jenis dan desain kamar melalui layar elektronik. Yuk, intip uniknya desain Love Hotel yang ada di Jepang!

1. Lucu ya, mirip kamar anak-anak

2. Love Hotel di Jepang berlomba-lomba menyuguhkan konsep unik. Kamu bisa memilih sendiri temanya

3. Istirahat di sini serasa jadi orang paling kaya sedunia. “I’m rich,” kata Batman.

4. Waduh, ada mobil di dalam kamar gini kira-kira buat apa ya?.

5. Mau kamar bentuk ramen ini? Biar makin sedap

6. Bayar mahal-mahal tapi tidurnya harus di rumput lapangan golf. Mau coba?.

7. Kalau dulu ngantuk di sekolah, tapi gak boleh tidur. Kalau di sini boleh tidur, meski gak ngantuk.

8. Ada juga yang bertema penjara. Hati-hati kalau nakal bisa dikurung!

9. Mungkin dia penggemar band legendaris “Kiss”. Kalau buat penggemar KPop ada gak, ya?

10. Mewah banget ala hotel bintang 5 nih!

11. Kalau kayak gini bakal selfie terus isinya

12. Ini bukan kamar opname di rumah sakit, ya!

13. Ruang interogasi yang penuh fantasi.

14. Bakal betah deh nginep lama-lama di sini.

15. Kalau buat menginap para turis, yang ada malah capek nih.

Gak hanya untuk bercinta, banyak turis dari luar negeri datang ke sini karena tertarik dengan interiornya yang lucu. Karena dibanding hotel biasa dengan tarif sama, desain kamar love hotel pastinya lebih berkesan untuk ditinggali. Kalau kamu pergi ke Jepang, kamu tertarik untuk mencoba?